Rabu, 26 Desember 2018

Tafsir Al Qur'an

Tafsir Al Baqarah Ayat 154-162

Ayat 154-157: Pengarahan kepada kaum mukmin, dan ujian dari Allah kepada mereka dengan berbagai bentuk ujian agar Dia membalas mereka dengan balasan yang paling baik
وَلا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَكِنْ لا تَشْعُرُونَ (١٥٤) وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ         (١٥٥) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (١٥٦) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (١٥٧
154.[1] Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang terbunuh di jalan Allah, (bahwa mereka) mati. Sebenarnya (mereka) hidup[2], tetapi kamu tidak menyadarinya.
155.[3] Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit[4] ketakutan[5], kelaparan, kekurangan harta[6], jiwa[7] dan buah-buahan[8]. Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.[9]
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah[10], mereka berkata, "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (Sesungguhnya Kami adalah milik Allah[11] dan kepada-Nya-lah Kami kembali[12]).
157. Mereka itulah yang memperoleh ampunan[13] dan rahmat dari Tuhannya[14], dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk[15].
Ayat 158: Bersa’i antara Shafa dan Marwah, dan penjelasan pentingnya haji dan umrah
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ (١٥٨
158.[16] Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syi'ar Allah[17]. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya[18] mengerjakan sa'i antara keduanya. Barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan[19] dengan kerelaan hati[20], maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri[21] lagi Maha mengetahui[22].
Ayat 159-162: Wajibnya menyebarkan ilmu dan tidak menyembunyikannya sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani sehingga mereka mendapatkan laknat dan kemurkaan
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاعِنُونَ (١٥٩)إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (١٦٠) إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (١٦١)خَالِدِينَ فِيهَا لا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلا هُمْ يُنْظَرُونَ (١٦٢
159. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab, mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat[23],
160. Kecuali mereka yang telah bertobat[24], mengadakan perbaikan[25] dan menerangkan (kebenaran yang disembunyikannya), mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah yang Maha Penerima tobat[26] lagi Maha Penyayang[27].
161. Sesungguhnya orang-orang kafir[28] dan mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya[29],
162. Mereka kekal di dalamnya[30]; tidak akan diringankan siksanya[31] dan mereka tidak (pula) diberi penangguhan[32].

[1] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan kita agar menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong untuk menghadapi semua masalah, Dia menyebutkan contoh permasalahan yang patut dihadapi dengan sabar, yaitu jihad fii sabilillah. Jihad merupakan keta'atan badan yang paling utama dan paling berat bagi jiwa karena membawa kepada kematian, padahal orang-orang mencintai dunia karena ingin hidup di sana, bahkan tindakan sehari-hari yang mereka lakukan juga bertujuan agar dapat hidup di sana. Sudah menjadi maklum, bahwa hal yang dicintai tidaklah ditinggalkan oleh orang-orang yang berakal selain untuk memperoleh hal yang lebih dicintai lagi, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan bahwa orang yang berperang di jalan Allah agar kalimat Allah menjadi tinggi dan agar agama-Nya menjadi tegak, pada hakikatnya ia tidak kehilangan kehidupan yang dicintainya itu, bahkan ia memperoleh kehidupan yang lebih besar dan lebih sempurna dari apa yang kita perkirakan. Para syuhada sebagaimana disebutkan dalam surat Ali Imran: 169-171, adalah orang-orang yang hidup di sisi Allah, memperoleh rezki serta bergembira karena karunia yang diberikan-Nya dan tidak lagi khawatir dan bersedih. Kehidupan apa yang lebih baik daripada kehidupan seperti ini; dekat dengan sisi Allah, memperoleh rezki bagi badan berupa makanan dan minuman yang enak, memperoleh rezki bagi ruh berupa kegembiraan, hilangnya rasa takut dan kesedihan. Mereka hidup di alam Barzakh. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan dalam haditsnya bahwa ruh para syuhada berada di perut-perut burung hijau, di mana burung-burung itu mendatangi sungai-sungai surga dan memakan buah-buahannya, kemudian pulang ke lampu-lampu yang menempel di 'Arsy. Dalam ayat ini terdapat anjuran untuk berjihad fii sabilillah dan bersabar di atasnya. Jika sekiranya orang-orang mengetahui balasan yang diperoleh para syuhada, tentu tidak akan ada seorang pun yang meninggalkannya. Akan tetapi, karena tidak adanya ilmu yang yakin akhirnya ia tidak mau berjihad. Bahkan jika sekiranya manusia memiliki seribu nyawa, lalu masing-masing nyawa itu melayang satu-persatu tentu tidak akan dapat mengalahkan pahala yang besar ini. Oleh karena itu, tidak ada yang diinginkan para syuhada' setelah mereka melihat langsung pahala Allah dan balasannya selain ingin kembali ke dunia agar mereka terbunuh lagi beberapa kali.
[2] Hidup di alam barzakh memperoleh kenikmatan yang luar biasa. Ayat ini menunjukkan adanya nikmat kubur.
[3] Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan bahwa Dia pasti akan menguji hamba-hamba-Nya agar terlihat jelas siapa yang jujur hatinya dan siapa yang dusta, siapa yang sabar dan siapa yang keluh kesah. Ini merupakan sunnatullah yang berlaku pada hamba-hamba-Nya. Hal itu, karena jika kesenangan senantiasa didapatkan oleh mereka yang beriman dan tidak diuji tentu akan terjadi percampuran antara yang benar-benar beriman dengan yang tidak. Hikmah Allah menghendaki untuk memisahkan siapa orang yang baik dan siapa orang yang buruk. Inilah tujuan dari ujian. Bukan untuk menyingkirkan keimanan yang ada pada diri orang mukmin dan bukan untuk mengeluarkan mereka dari agama, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan iman mereka.
[4] Kata-kata "sedikit" menunjukkan tidak banyak. Karena jika banyak atau seluruh hidupnya adalah ketakutan atau senantiasa lapar, tentu manusia akan binasa. Hal ini, karena ujian bertujuan untuk menyaring, bukan untuk membinasakan.
[5] Seperti ada ancaman dari musuh.
[6] Seperti sulitnya mencari rezki atau hilangnya rezki itu baik karena ada musibah dari langit, hilang, dirampas oleh orang-orang zhalim dsb.
[7] Seperti dicabutnya nyawa orang yang dicintainya baik itu anaknya, kerabatnya, kawannya maupun dengan tertimpa penyakit pada badannya atau badan orang yang dicintainya atau pun syahid fii sabilillah.
[8] Misalnya hasil panennya gagal karena musibah dari langit seperti turunnya hujan yang besar sehingga menggenangkan hasil panennya, atau terbakar atau dimakan belalang dsb.
[9] Ujian-ujian seperti yang disebutkan di atas pasti terjadi karena diberitakan oleh Allah yang Maha Mengetahui. Ketika terjadi, ada dua kelompk manusia dalam hal cara menghadapinya: ada yang keluh kesah dan ada yang bersabar. Orang yang berkeluh kesah akan mendapatkan dua musibah, yaitu: hilangnya apa yang dicintai dan tidak memperoleh pahala yang besar, bahkan ia memperoleh kerugian, imannya melemah, kesabaran, ridha dan rasa syukurnya hilang dan musibah tersebut terasa semakin berat. Adapun orang yang diberi taufiq oleh Allah untuk bersabar ketika mendapatkan musibah ini, ia tidak keluh kesah baik dalam ucapannya maupun dalam tindakannya serta mengharapkan pahala dari Alllah, ia juga mengetahui bahwa pahala yang diperolehnya lebih besar daripada musibah yang menimpanya, maka ia hanya merasakan satu musibah, dan musibah tersebut akan menjadi ringan, bahkan nikmat baginya, karena musibah itu merupakan cara untuk memperoleh hal yang lebih baik dan bermanfa'at. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyampaikan berita gembira kepada mereka yang sabar, yakni mereka akan memperoleh pahala tanpa tanggung-tanggung serta surga-Nya, dan kemudian Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan ciri mereka seperti yang disebutkan pada ayat selanjutnya.
[10] Musibah adalah semua yang membuat hati, badan atau kedua-duanya terasa sakit atau pedih.
[11] Maksudnya: kita milik Allah, di bawah pengaturan dan tindakan-Nya, Dia berbuat kepada milik-Nya apa yang Dia kehendaki, kita tidak memiliki apa-apa terhadap jiwa dan harta sedikit pun. Oleh karena itu, jika Dia menimpakan ujian kepada kita, maka sesungguhnya itu merupakan tindakan dari Yang Maha Penyayang kepada milik-Nya, maka tidak boleh diprotes. Bahkan termasuk sempurnanya pengabdian seorang hamba adalah dia merasakan bahwa musibah yang menimpanya berasal dari Pemilik dirinya, Tuhan yang Maha Bijaksana yang lebih sayang kepada dirinya daripada sayangnya seorang hamba kepada dirinya sendiri. Oleh karena itu, sikap yang harus dilakukan adalah ridha, bersyukur karena diatur oleh-Nya kepada hal yang lebih baik bagi dirinya meskipun ia tidak menyadari.
[12] Di samping kita sebagai milik-Nya, kita juga akan kembali kepada-Nya pada hari kiamat, lalu masing-masing akan diberi balasan sesuai amalnya. Jika kita bersabar dan mengharap pahala dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala, maka kita akan mendapatkan pahala secara penuh di sisi-Nya, sedangkan jika kita berkeluh kesah, maka tidak ada yang kita peroleh selain keluh kesah, musibah dan hilangnya pahala. Memahaminya seorang hamba bahwa dirinya adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya merupakan sebab terkuat untuk memperoleh kesabaran.
[13] Ada yang mengartikan "pujian".
[14] Di antara rahmat-Nya kepada mereka adalah dengan memberikan taufiq untuk bersabar, di mana dengannya mereka memperoleh pahala yang sempurna.
[15] Yakni orang-orang yang mengetahui yang hak, dan dalam hal ini adalah pengetahuan mereka bahwa mereka milik Allah dan akan kembali kepada-Nya dan mereka mengamalkannya, yaitu dengan bersabar karena Allah. Allah Subhaanahu wa Ta'aala juga akan memberi petunjuk kepada hatinya untuk bersabar sebagaimana dalam firman-Nya "wa may yu'min billah yahdi qalbah" (lihat surat At Taghaabun: 11).
Beberapa ayat di atas (dari ayat 155-157) menunjukkan bahwa barangsiapa yang tidak bersabar, maka ia akan memperoleh kebalikannya. Ia akan memperoleh celaan dari Allah, hukuman, kesesatan dan kerugian. Sungguh sangat berbeda dua golongan tersebut, sungguh ringan beban orang yang bersabar dan sungguh berat beban orang yang berkeluh kesah. Ayat di atas juga mempersiapkan jiwa seseorang agar siap menghadapi musibah dengan bersabar meskipun belum terjadi, menerangkan beberapa sebab yang membantu kesabaran, pahala yang diperoleh bagi mereka yang bersabar, menerangkan keadaan orang yang bersabar, menerangkan beberapa macam musibah dan bahwa ujian dan cobaan merupakan sunnatullah pada hamba-hamba-Nya, di mana kita tidak akan mendapati adanya perubahan dalam sunnatullah.
[16] Imam Bukhari meriwayatkan dari Urwah, bahwa ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha, "Beritahukanlah kepadaku firman Allah Ta'ala, "Innash shafa wal marwata…dst. sampai ay yaththawwafa bihimaa." Demi Allah, (yang demikian menunjukkan) tidak ada dosa bagi seseorang untuk tidak bersa'i antara Shafa dan Marwah." Aisyah menjawab, "Buruk sekali apa yang kamu katakan, wahai putera saudariku! Sesungguhnya ayat ini jika seperti apa yang kamu tafsirkan, maka berarti tidak ada dosa bagi seseorang untuk tidak bersa'i antara Shafa dan Marwah. Akan tetapi, ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang Anshar, di mana mereka sebelum masuk Islam berihlal (bertalbiyah) untuk berhala Manat yang mereka sembah di Musyallal. Di antara orang yang berihlal itu merasa berdosa bersa'i antara Shafa dan Marwah. Ketika mereka telah masuk Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal itu. Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami merasa berdosa bersa'i antara Shafa dan Marwah," maka Allah menurunkan ayat, "Innash shafaa wal marwata min sya'aairillah..dst." Aisyah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menetapkan bersa'i antara Shafa dan Marwah, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang pun meninggalkan bersa'i antara Shafa dan Marwah." Kemudian Aisyah memberitahukan kepada Abu Bakar bin Abdurrahman, lalu Abu Bakar berkata, "Sesungguhnya ilmu ini belum pernah aku dengar. Bahkan aku mendengar beberapa orang ahli ilmu menyebutkan, bahwa orang-orang –selain yang disebutkan Aisyah yang berihlal dengan Manat- mereka bersa'i di Shafa dan Marwah. Karena Allah Ta'ala hanya menyebutkan thawaf di Baitullah, dan tidak menyebutkan bersa'i antara Shafa dan Marwah dalam Al Qur'an, mereka berkata, "Wahai Rasulullah, kami bersa'i antara Shafa dan Marwah, padahal yang Allah turunkan (dalam kitab-Nya) adalah berthawaf di Baitullah dan tidak menyebutkan Shafa dan Marwah. Oleh karena itu, apakah kami berdosa jika kami bersa'i di Shafa dan Marwah?" Maka Allah menurunkan ayat, "Innash shafaa wal marwata min sya'aairillah..dst." Abu Bakar berkata, "Dengarkanlah ayat ini, ia turun berkenaan kedua pihak itu; tentang orang-orang yang merasa berdosa bersa'i antara Shafa dan Marwah di zaman Jahiliyyah dan orang-orang yang berthawaf (di Baitullah) kemudian mereka merasa berdosa bersa'i antara Shafa dan Marwah karena Allah Ta'ala hanya memerintahkan thawaf di Baitullah dan tidak menyebutkan bersa'i di Shafa sehingga bersa'i disebutkan setelah diterangkan thawaf di Baitullah."
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas, bahwa ia pernah ditanya tentang (bersa'i) antara Shafa dan Marwah, lalu ia menjawab, "Kami memandang, bahwa (bersa'i) antara Shafa dan Marwah termasuk perkara Jahiliyyah. Ketika Islam datang, kami pun menahan diri (tidak melakukannya), maka Allah menurunkan ayat, "Innash shafaa wal marwata min sya'aairillah..dst."
Namun demikian, tidak ada yang bahwa ayat tersebut turun berkenaan kedua pihak itu.
[17] Syi'ar Allah adalah tanda-tanda agama yang nampak atau tempat beribadah kepada Allah. Karena sebagai syi'ar-Nya, maka kita diperintahkan untuk memuliakannya, wa may yu'azzhim sya'aairallah fa innahaa min taqwal quluub (dan barangsiapa yang memuliakan syi'ar-syi'ar Allah, maka hal itu timbul dari ketakwaan yang ada di dalam hati).
[18] Allah mengungkapkan dengan perkataan "tidak ada dosa" (padahal hukumnya wajib) sebab sebagian sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam merasa keberatan mengerjakannya sa'i di situ, karena tempat itu bekas tempat berhala. dan di masa jahiliyah pun tempat itu digunakan sebagai tempat sa'i. Untuk menghilangkan rasa keberatan itu, Allah menurunkan ayat ini.
[19] Yakni yang disyari'atkan Allah, seperti shalat, puasa, hajji, umrah, thawaf dsb. Hal ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang mengerjakan perkara yang tidak disyari'atkan (bid'ah), maka tidak ada yang diperoleh selain kelelahan, bukan kebaikan, bahkan bisa menjadi keburukan jika ia melakukannya dengan sengaja dan mengetahui bahwa hal itu tidak disyari'atkan.
[20] Yakni ikhlas karena Allah. Ada pula yang mengartikan "mengerjakan amalan yang tidak wajib baginya".
[21] Allah mensyukuri hamba-Nya: memberi pahala terhadap amal-amal hamba-Nya, jika sedikit dibalas-Nya dengan balasan yang banyak, Dia tidak menyia-nyiakan amalan hamba-hamba-Nya, dan tidak mengurangi meskipun seberat dzarrat (debu). Jika seorang hamba mengerjakan perintah-Nya Dia akan membantu, memujinya dan akan memberikan balasan berupa cahaya, iman dan kelapangan di hatinya, pada badannya akan diberikan kekuatan dan semangat dan pada semua keadaannya akan diberikan keberkahan dan tambahan, sedangkan pada amalnya akan ditambah lagi dengan taufiq-Nya. Pada hari kiamat, pahala yang diperoleh seorang hamba tersebut akan dipenuhkan dan tidak akan dikurangi. Di antara syukur-Nya kepada hamba-Nya adalah bahwa barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Barangsiapa yang mendekat kepada-Nya sejengkal, maka Allah akan mendekat kepadanya sehasta, barangsiapa yang mendekat kepada-Nya sehasta, maka Dia akan mendekat kepada orang itu sedepa dan barangsiapa yang mendekat kepada-Nya sambil berjalan, maka Dia akan mendekat kepadanya sambil berlari.
[22] Allah Subhaanahu wa Ta'aala juga mengetahui siapa yang berhak memperoleh pahala yang sempurna sesuai niat, iman dan ketakwaannya, Dia mengetahui amalan-amalan yang dikerjakan hamba-hamba-Nya, oleh karenanya Dia tidak akan menyia-nyiakannya, bahkan hamba-hamba-Nya akan memperoleh balasan yang lebih banyak dari apa yang merekjakerjakan sesuai niat mereka yang diketahui oleh Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[23] Ayat ini meskipun menerangkan tentang keadaan ahli kitab berupa sikap mereka menyembunyikan isi Taurat atau Injil yang menerangkan tentang keadaan rasul terakhir (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam) dan sifatnya, namun ayat ini umum mengena kepada siapa saja yang menyembunyikan apa yang Allah turunkan berupa keterangan-keterangan yang jelas dan petunjuk. Karena Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah mengambil perjanjian kepada ahli ilmu agar mereka menerangkan kepada manusia nikmat yang Allah berikan berupa pengetahuan agama. Barangsiapa yang malah menyembunyikannya, maka ia telah mengerjakan dua mafsadat, yaitu menyembunyikan apa yang Allah turunkan dan menipu hamba-hamba Allah. Mereka akan dilaknat Allah, yakni dijauhkan dari rahmat dan dekat dengan-Nya serta akan dilaknat oleh mereka yang melaknat, yaitu semua makhluk karena telah melakukan penipuan dan merusak agama mereka. Mafhum ayat ini, bahwa orang yang mengajarkan kebaikan dan menerangkan kepada manusia apa yang Allah turunkan, maka Allah akan memberikan shalawat (rahmat dan ampunan) dan malaikat akan mendo'akannya, bahkan tidak hanya malaikat, ikan-ikan yang ada di laut pun mendo'akannya karena tindakannya untuk mengadakan perbaikan kepada makhluk dan memperbaiki agama mereka serta mendekatkan mereka dengan rahmat Allah Azza wa Jalla.
[24] Yakni yang rujuk dari perbuatan mereka selama ini disertai penyesalan, berhenti dan bertekad untuk tidak mengulangi lagi serta beristighfar kepada Allah dari kesalahan-kesalahan itu.
[25] Mengadakan perbaikan berarti melakukan perbuatan-perbuatan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat buruk dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
[26] Dengan memaafkan dosa apabila mereka bertobat dan berbuat ihsan setelah dihalangi.
[27] Yang memiliki sifat rahmah (sayang) yang agung, saking luasnya rahmat itu sampai mengena kepada segala sesuatu. Di antara rahmat-Nya adalah memberi taufiq kepada mereka untuk bertobat dan kembali kepada-Nya, lalu Dia merahmati mereka dengan menerima tobatnya.
[28] Di samping kafir, mereka juga menyembunyikan kebenaran.
[29] "Manusia" di sini ada yang berpendapat umum, yakni semua manusia dan ada yang berpendapat bahwa yang melaknat adalah kaum mukmin.
[30] Yakni di dalam laknat dan azab.
[31] Meskipun hanya sebentar atau hanya sekejap mata.
[32] Karena waktu penangguhan yaitu di dunia sudah mereka lewati tanpa bertobat, dan apabila sudah tiba ajal seseorang, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidak akan memberi tangguh lagi (lihat surat Al Munafiqun: 11).

Rabu, 11 Februari 2015

Kernel Pada Sistem Operasi

Kernel Pada Sistem Operasi

 

 

Pengertian Tentang Kernel

     Kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman. Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing.

Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer.

Untuk menjalankan sebuah komputer kita tidak harus menggunakan kernel sistem operasi. Sebuah program dapat saja langsung di- load dan dijalankan diatas mesin 'telanjang' komputer, yaitu bilamana pembuat program ingin melakukan pekerjaannya tanpa bantuan abstraksi perangkat keras atau bantuan sistem operasi. Teknik ini digunakan oleh komputer generasi awal, sehingga bila kita ingin berpindah dari satu program ke program lain, kita harus mereset dan meload kembali program-program tersebut.

Ada 4 kategori kernel:

1. Monolithic kernel. Kernel yang menyediakan abstraksi perangkat keras yang kaya dan tangguh.

2. Microkernel. Kernel yang menyediakan hanya sekumpulan kecil abstraksi perangkat keras sederhana, dan menggunakan aplikasi-aplikasi yang disebut sebagai server untuk menyediakan fungsi-fungsi lainnya.

3. Hybrid (modifikasi dari microkernel). Kernel yang mirip microkernel, tetapi ia juga memasukkan beberapa kode tambahan di kernel agar ia menjadi lebih cepat.

4. Exokernel. Kernel yang tidak menyediakan sama sekali abstraksi hardware, tapi ia menyediakan sekumpulan pustaka yang menyediakan fungsi-fungsi akses ke perangkat keras secara langsung atau hampir-hampir langsung.

Dari keempat kategori kernel yang disebutkan diatas, kernel Linux termasuk kategori monolithic kernel. Kernel Linux berbeda dengan sistem Linux. Kernel Linux merupakan sebuah perangkat lunak orisinil yang dibuat oleh komunitas Linux, sedangkan sistem Linux, yang dikenal saat ini, mengandung banyak komponen yang dibuat sendiri atau dipinjam dari proyek pengembangan lain.

Kernel Linux pertama yang dipublikasikan adalah versi 0.01, pada tanggal 14 Maret 1991. Sistem berkas yang didukung hanya sistem berkas Minix. Kernel pertama dibuat berdasarkan kerangka Minix (sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum). Tetapi, kernel tersebut sudah mengimplementasi proses UNIX secara tepat.

Pada tanggal 14 Maret 1994 dirilis versi 1.0, yang merupakan tonggak sejarah Linux. Versi ini adalah kulminasi dari tiga tahun perkembangan yang cepat dari kernel Linux. Fitur baru terbesar yang disediakan adalah jaringan. Versi 1.0 mampu mendukung protokol standar jaringan TCP/IP. Kernel 1.0 juga memiliki sistem berkas yang lebih baik tanpa batasan-batasan sistem berkas Minix. Sejumlah dukungan perangkat keras ekstra juga dimasukkan ke dalam rilis ini. Dukungan perangkat keras telah berkembang termasuk diantaranya floppy-disk, CD-ROM, sound card, berbagai mouse, dan keyboard internasional. Dukungan juga diberikan terhadap modul kernel yang loadable dan unloadable secara dinamis.

Satu tahun kemudian dirilis kernel versi 1.2. Kernel ini mendukung variasi perangkat keras yang lebih luas. Pengembang telah memperbaharui networking stack untuk menyediakan support bagi protokol IPX, dan membuat implementasi IP lebih lengkap dengan memberikan fungsi accounting dan firewalling. Kernel 1.2 ini merupakan kernel Linux terakhir yang PC-only. Konsentrasi lebih diberikan pada dukungan perangkat keras dan memperbanyak implementasi lengkap pada fungsi-fungsi yang ada.

Pada bulan Juni 1996, kernel Linux 2.0 dirilis. Versi ini memiliki dua kemampuan baru yang penting, yaitu dukungan terhadap multiple architecture dan multiprocessor architectures. Kode untuk manajemen memori telah diperbaiki sehingga kinerja sistem berkas dan memori virtual meningkat. Untuk pertama kalinya, file system caching dikembangkan ke networked file systems, juga sudah didukung writable memory mapped regions. Kernel 2.0 sudah memberikan kinerja TCP/IP yang lebih baik, ditambah dengan sejumlah protokol jaringan baru. Kemampuan untuk memakai remote netware dan SMB (Microsoft LanManager) network volumes juga telah ditambahkan pada versi terbaru ini. Tambahan lain adalah dukungan internal kernel threads, penanganan dependencies antara modul-modul loadable, dan loading otomatis modul berdasarkan permintaan (on demand). Konfigurasi dinamis dari kernel pada run time telah diperbaiki melalui konfigurasi interface yang baru dan standar.

Semenjak Desember 2003, telah diluncurkan Kernel versi 2.6, yang dewasa ini (2008) telah mencapai patch versi 2.6.26.1 ( http://kambing.ui.edu/kernel-linux/v2.6/). Hal-hal yang berubah dari versi 2.6 ini ialah:

* Subitem M/K yang dipercanggih.

* Kernel yang pre-emptif.

* Penjadwalan Proses yang dipercanggih.

* Threading yang dipercanggih.

* Implementasi ALSA (Advanced Linux Sound Architecture) dalam kernel.


* Dukungan sistem berkas seperti: ext2, ext3, reiserfs, adfs, amiga ffs, apple macintosh hfs, cramfs, jfs, iso9660, minix, msdos, bfs, free vxfs, os/2 hpfs, qnx4fs, romfs, sysvfs, udf, ufs, vfat, xfs, BeOS befs (ro), ntfs (ro), efs (ro).

Fungsi Kernel
 
Fungsi utama kernel adalah untuk mengelola sumber daya komputer dan memungkinkan program lain untuk menjalankan dan menggunakan sumber daya koputer tersebut. Untuk menjalankan aplikasi suatu kernel pertama kali harus menyediakan space address untuk aplikasi lalu men-load file yang berisi kode aplikasi ke dalam memory, mempersiapkan stack untuk program dan percabangan ke lokasi lain untuk program, dan kemudian baru memulai eksekusi program.
 
Tanggung Jawab Kernel
 
       Tanggung jawab Kernel termasuk mengelola sumber daya sistem (komunikasi antara hardware dan komponen software). Biasanya sebagai komponen dasar dari suatu sistem operasi, kernel dapat menyediakan lapisan abstraksi terendah-level untuk sumber daya (terutama prosesor dan perangkat Input Output) bahwa perangkat lunak aplikasi harus terkontrol untuk melakukan fungsinya. Kernel biasanya membuat fasilitas tersebut tersedia untuk proses aplikasi melalui inter-process communication mechanisms dan system calls. System call ini digunakan untuk mengimplementasikan berbagai layanan yang diberikan oleh sistem pengoperasian. Program sistem dan semua program-program lainnya yang dijalankan di atas kernel disebut user mode.Kernel Linux terdiri dari beberapa bagian penting, seperti: pengurusan proses, pengurusan ingatan, pemacu perkakasan, pemacu sistem fail, pengurusan jaringan dan lain-lain. Namun bahagian yang terpenting ialah pengurusan proses dan pengurusan ingatan. Pengurusan ingatan meliputi penggunaan ingatan, kawasan pertukaran, bahagian-bahagian kernel dan untuk cache penimbal (buffer cache). Pengurusan proses menangani penggunaan proses-proses dan penjadualan proses. Pada bahagian dasar kernel terdapat pemacu perkakasan untuk setiap jenis perkakasan komputer yang disokong.

Selasa, 18 Maret 2014

Ternak Lele



Ternak Lele Di Kolam Terpal
Cara budidaya ikan lele di kolam terpal memang menjadi pilihan paling favorit diantara semuanya, hal ini dikarenakan ternak lele di kolam sangat efisien. Permintaan ikan lele di berbagai penjuru Indonesia yang terus meningkat menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh dari keuntungan budidaya lele. Keuntungan yang cukup besar dapat di raup dari bisnis ini dengan memanfaatkan kolam atau lokasi yang minim sekalipun.
Cara ternak lele di kolam terpal pun menjadi sangat populer dikalangan bisnis dan peternak lele. Hal ini dikarenakan mudahnya media dan bahan yang dibutuhkan untuk membudidayakan ikan ini tanpa harus memiliki lahan yang luas.
Keuntungan Budidaya Lele di Kolam Terpal
  • Tidak membutuhkan lahan besar dan dapat disesuaikan dengan kapasitas yang dimiliki, sehingga di perkarangan rumah pun kita dapat membudidayakannya. 
  • Biaya yang dikeluarkan relatif lebih kecil.
  • Tidak terpengaruh oleh kondisi tanah, beberapa daerah mungkin mengandung tanah yang sudah terkontaminasi dengan zat kimia dan tidak steril dari hama.
  • Mudah dalam pengeringan dan mengganti air agar tetap bersih.
  • Lebih fleksibel dan dapat dipindahkan jika diperlukan
  • Mudah dalam mendeteksi hama penyakit.
  • Mudah dalam mengamati pertumbuhan dan perkembangan lele
  • Pada saat panen akan lebih mudah dan sangat praktis
Cara Budidaya Ikan Lele
Cara budidaya ikan lele di kolam terpal harus media kolam dan terpal yang digunakan, sesuaikan panjang dan lebar dan jumlah yang bibit lele yang akan dikembangbiakkan. Usahakan kolam terpal nantinya masih menyisakan ruang yang cukup untuk pergerakan lele.
Bahan Ternak Lele
  1. Siapkan terpal sesuai ukuran yang diinginkan nantinya.
  2. Kayu, batu bata, papan, atau kerangka besi lainnya.
  3. Tali, paku dan kawat atau alat penunjang untuk membuat kerangka. Jika kerangka kayu tentu harus membutuhkan palu dan mungkin gergaji.
  4. Alat lainnya seperti lem atau ember.
Cara Budidaya Lele
Metode ini merupakan salah satu cara ternak lele bagi anda yang serius, kerangka besi akan lebih tahan lama dan dapat digunakan selamanya. Tentunya metode ini adalah jenis budidaya lele di atas tanah.
Cara Pembuatan Kolam Terpal
  1. Persiapkan lahan kosong di pekarangan atau Lahan di rumah yang sudah diratakan. Jangan sampai miring karena akan mempengaruhi air di dalam kolam nantinya.
  2. Jika anda telah mendapatkan pipa atau ukuran besi yang sesuai untuk panjang atau lebar yang anda inginkan. Persiapkan siku atau bengkokan pipa untuk menyambung siku tiap sisinya. Bila menggunakan besi dapat dilakukan dengan cara di las.
  3. Kerangka besi atau pipa yang telah jadi dapat anyam dengan kawat agar lebih kuat dan kemudian di pasang terpal yang telah disiapkan.
  4. Jika pondasi sudah rapi, anda dapat memasang terpal di dalamnya. Pastikan bagian terpal harus menutupi atas batako atau bata tersebut dan di tindih dengan bata lain atau dengan pot.
Cara ternak lele di kolam terpal juga dapat dilakukan dengan dinding batako atau bata. Anda dapat menggunakan metode ini jika anda memiliki tempat yang permanen untuk ternak dan mungkin ingin membuat kolam yang lebih besar.
Cara Pembuatan Kolam Dengan Batako
  1. Berbeda dengan metode lainnya, jika anda ingin menggunakan batako ada dua pilihan. Pertama, anda dapat mengali tanah sesuai dengan kedalaman yang anda inginkan, atau di atas permukaan tanah. Jika di atas permukaan tahan, pastikan tanah tersebut telah diratakan.
  2. Tahap selanjutnya anda dapat membuat menyusun batako atau bata membentuk pondasi, kelebihannya adalah anda dapat menggunakan semen atau tidak sama sekali.
  3. Jika pondasi sudah rapi, anda dapat memasang terpal di dalamnya. Pastikan bagian terpal harus menutupi atas batako atau bata tersebut dan di tindih dengan bata lain atau dengan pot.
  4. Setelah kerangka terbuat maka dapat memasang terpal yang telah disiapkan, pastikan ukuran terpal lebih besar dari kerangka tersebut. Untuk ukuran olam dengan PxLxT : 6x4x1m biasanya digunakan ukuran terpal 8×6 Meter.
Cara budidaya ikan lele dengan menggunakan bambu atau kayu dapat dijadikan salah satu alternatif dalam berternak lele.
Cara Pembuatan Kolam Dengan Bambu atau Kayu
    1. Persiapan lahan untuk kolam terpal dengan kerangka dari kayu atau bambu ini dan jangan lupa ratakan tanah di bawah kerangka ini.
    2. Jika tanah tersebut tidak rata maka dapat meletakkan bagian yang lebih rendah dengan menggunakan sekam padi atau pelepah pisang. Selain untuk meratakan tanah, bahan ini juga untuk menstabilkan suhu.
    3. Tancapkan kayu atau bambu disetiap sudut kolam.
    4. Untuk membuat kerangka dapat memotong kayu atau bambu sesuai dengan panjang atau lebar yang diinginkan. Merekatkan kerangka kayu atau bambu tersebut dapat menggunakan kawat atau paku.
    5. Setelah kerangka terbuat maka dapat memasang terpal yang telah disiapkan, pastikan ukuran terpal lebih besar dari kerangka tersebut. Untuk ukuran olam dengan PxLxT : 6x4x1m biasanya digunakan ukuran terpal 8×6 Meter.
Jenis Budidaya Lele
Jika anda telah melakukan pembuatan kolam dan kerangka maka tahap selanjutnya adalah menentukan jenis budidaya dan ternak lele yang anda inginkan. Secara garis besar ada 2 jenis ternak lele yang di lakukan oleh petani lele.
  1. Ternak lele untuk pembibitan. Tujuan ternak ini adalah untuk membudidayakan lele untuk dijual lagi ke peternak lainnya. Untuk budidaya bibit lele memang cukup menguntungkan, karena waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama. Ukuran lele 2-3 cm dapat diperoleh dalam waktu 1 bulan, dan ukuran sedang 5-7 cm dapat diperoleh dalam waktu kurang lebih 2 bulan.
  2. Ternak Lele untuk konsumsi. Lele yang dibudidaya untuk di konsumsi, artinya budidaya dilakukan sampai lele berukuran besar atau proporsional untuk di konsumsi. Jika anda ingin berternak lele untuk di konsumsi, ada baiknya memilih jenis lele yang ukurannya sudah cukup sedang 6-7 cm agar mudah dan cepat dikembangbiakkan. Biasanya lele ukuran ini dapat dikembangbiakkan dan siap konsumsi pada usia 3-4 bulan.
Budidaya ikan lele memang cukup menjanjikan namun budidaya lele yang baik harus memperhatikan berbagai faktor. Pengetahuan akan tempat serta air dan pakan ikan lele akan sangat membantu untuk kesuksesan ternak lele. Lele termasuk ikan air tawar yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat sehingga tingkat kesuksesannya lebih baik dibandingkan ikan lainnya.
Tahapan Cara Budidaya Lele
Jika kolam terpal telah disiapkan, maka tahapan budidaya lele selanjutnya adalah proses memberikan air di kolam tersebut. Selain itu juga ada beberapa tahap untuk memilih bibit lele yang baik.
Berbeda dengan ikan lainnya, lele tidak membutuhkan air yang bening atau bersih untuk hidup. Faktanya adalah lele membutuhkan mikroorganisme yang berasal dari kotoran untuk cepat tumbuh. Ikan lele membutuhkan PH air yang sesuai dengan kebutuhan dirinya, untuk mendapatkan PH ini kita bisa menggunakan kotoran kambing. Masukkan kotoran kambing tersebut pada kolam biarkan 2-5 hari agar mikroorganisme dapat tumbuh. Selain itu juga untuk membuang zat kimia yang ada diterpal.
Faktor air bagi lele memang cukup penting, pastikan air dalam kolam tersebut tidak terlalu kotor dan sesuai dengan kadar yang telah ditentukan. Tingkat PH dan keasaman air harus dijaga agar lele dapat tumbuh secara sempurna.
Pemilihan bibit sangat penting, terutama bagi anda yang ingin budidaya lele untuk dijual kembali ke petani lain.
Lele jantan memilih ciri :
  • Tulang kepala lele berbentuk agak pipih
  • Warna kulit lele terlihat lebih hitam
  • Perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
  • Alat kelaminnya berbentuk runcing.
Lele Betina memilih ciri:
  • Tulang kepala lele betina berbentuk cembung
  • Warna badan lebih cerah
  • Perut mengembang lebih besar daripada punggung
  • Alat kelamin berbentuk bulat

Lele sebaiknya diberi makan 3 kali sehari yaitu jam 7 pagi, 4 sore, dan 10 malam, pakan lele dapat berupa kotoran burung atau pelet ikan. Selain itu ada banyak lagi makan alami untuk lele seperti bekicot, belalang, ulat, atau nasi
Jangan biarkan kolam tempat budidaya lele kena sinar matahari langsung, pastikan anda memberikan atap di atasnya. Alternatif lain adalah memberikan enceng gondok di atas air di kolam tersebut. Pastikan anda rutin memeriksa kondisi air dengan mengganti atau menambahkan air jika telah susut.
Penyebab Budidaya Lele Yang Gagal
Cara budidaya lele mungkin telah diikuti dengan benar dan teliti, namun faktor kegagalan tidak dapat dihindari di segala macam bisnis, termasuk dalam ternak lele. Ada beberapa faktor yang dapat memungkinkan anda gagal dalam berternak lele atau lele yang anda ternak tidak dapat berkembang dan tumbuh sesuai harapan.
  • Hama yang ada dikolam. Hama ini dapat berupa bakteri yang mengganggu bagi lele. Selain itu, hama ini dapat berupa kucing atau binatang lain yang anda biarkan berada di sekitar kolam.
  • Terburu buru adalah salah satu faktor kegagalan budidaya ikan lele. Ingin mendapatkan hasil yang cepat dengan memberi makan sebanyak-banyaknya justru berbahaya bagi lele.
  • Tidak memisahkan ukuran lele yang besar dan kecil.
  • Air tidak pernah di tambahkan atau diganti jika telah kering.