Jumat, 21 Maret 2014
Selasa, 18 Maret 2014
Ternak Lele

Ternak Lele Di Kolam Terpal
Cara
budidaya ikan lele di kolam terpal memang menjadi pilihan paling favorit
diantara semuanya, hal ini dikarenakan ternak lele di kolam sangat efisien.
Permintaan ikan lele di berbagai penjuru Indonesia yang terus meningkat menjadi
salah satu faktor yang sangat berpengaruh dari keuntungan budidaya lele.
Keuntungan yang cukup besar dapat di raup dari bisnis ini dengan memanfaatkan
kolam atau lokasi yang minim sekalipun.
Cara ternak
lele di kolam terpal pun menjadi sangat populer dikalangan bisnis dan peternak
lele. Hal ini dikarenakan mudahnya media dan bahan yang dibutuhkan untuk
membudidayakan ikan ini tanpa harus memiliki lahan yang luas.
Keuntungan
Budidaya Lele di Kolam Terpal
- Tidak membutuhkan lahan besar dan dapat disesuaikan dengan kapasitas yang dimiliki, sehingga di perkarangan rumah pun kita dapat membudidayakannya.
- Biaya yang dikeluarkan relatif lebih kecil.
- Tidak terpengaruh oleh kondisi tanah, beberapa daerah mungkin mengandung tanah yang sudah terkontaminasi dengan zat kimia dan tidak steril dari hama.
- Mudah dalam pengeringan dan mengganti air agar tetap bersih.
- Lebih fleksibel dan dapat dipindahkan jika diperlukan
- Mudah dalam mendeteksi hama penyakit.
- Mudah dalam mengamati pertumbuhan dan perkembangan lele
- Pada saat panen akan lebih mudah dan sangat praktis
Cara Budidaya Ikan Lele
Cara
budidaya ikan lele di kolam terpal harus media kolam dan terpal yang digunakan,
sesuaikan panjang dan lebar dan jumlah yang bibit lele yang akan dikembangbiakkan.
Usahakan kolam terpal nantinya masih menyisakan ruang yang cukup untuk
pergerakan lele.
Bahan Ternak
Lele
- Siapkan terpal sesuai ukuran yang diinginkan nantinya.
- Kayu, batu bata, papan, atau kerangka besi lainnya.
- Tali, paku dan kawat atau alat penunjang untuk membuat kerangka. Jika kerangka kayu tentu harus membutuhkan palu dan mungkin gergaji.
- Alat lainnya seperti lem atau ember.
Cara Budidaya Lele
Metode ini
merupakan salah satu cara ternak lele bagi anda yang serius, kerangka besi akan
lebih tahan lama dan dapat digunakan selamanya. Tentunya metode ini adalah
jenis budidaya lele di atas tanah.
Cara
Pembuatan Kolam Terpal
- Persiapkan lahan kosong di pekarangan atau Lahan di rumah yang sudah diratakan. Jangan sampai miring karena akan mempengaruhi air di dalam kolam nantinya.
- Jika anda telah mendapatkan pipa atau ukuran besi yang sesuai untuk panjang atau lebar yang anda inginkan. Persiapkan siku atau bengkokan pipa untuk menyambung siku tiap sisinya. Bila menggunakan besi dapat dilakukan dengan cara di las.
- Kerangka besi atau pipa yang telah jadi dapat anyam dengan kawat agar lebih kuat dan kemudian di pasang terpal yang telah disiapkan.
- Jika pondasi sudah rapi, anda dapat memasang terpal di dalamnya. Pastikan bagian terpal harus menutupi atas batako atau bata tersebut dan di tindih dengan bata lain atau dengan pot.
Cara ternak
lele di kolam terpal juga dapat dilakukan dengan dinding batako atau bata. Anda
dapat menggunakan metode ini jika anda memiliki tempat yang permanen untuk
ternak dan mungkin ingin membuat kolam yang lebih besar.
Cara
Pembuatan Kolam Dengan Batako
- Berbeda dengan metode lainnya, jika anda ingin menggunakan batako ada dua pilihan. Pertama, anda dapat mengali tanah sesuai dengan kedalaman yang anda inginkan, atau di atas permukaan tanah. Jika di atas permukaan tahan, pastikan tanah tersebut telah diratakan.
- Tahap selanjutnya anda dapat membuat menyusun batako atau bata membentuk pondasi, kelebihannya adalah anda dapat menggunakan semen atau tidak sama sekali.
- Jika pondasi sudah rapi, anda dapat memasang terpal di dalamnya. Pastikan bagian terpal harus menutupi atas batako atau bata tersebut dan di tindih dengan bata lain atau dengan pot.
- Setelah kerangka terbuat maka dapat memasang terpal yang telah disiapkan, pastikan ukuran terpal lebih besar dari kerangka tersebut. Untuk ukuran olam dengan PxLxT : 6x4x1m biasanya digunakan ukuran terpal 8×6 Meter.
Cara budidaya ikan lele dengan menggunakan bambu atau
kayu dapat dijadikan salah satu alternatif dalam berternak lele.
Cara Pembuatan Kolam Dengan Bambu atau Kayu
- Persiapan lahan untuk kolam terpal dengan kerangka dari kayu atau bambu ini dan jangan lupa ratakan tanah di bawah kerangka ini.
- Jika tanah tersebut tidak rata maka dapat meletakkan bagian yang lebih rendah dengan menggunakan sekam padi atau pelepah pisang. Selain untuk meratakan tanah, bahan ini juga untuk menstabilkan suhu.
- Tancapkan kayu atau bambu disetiap sudut kolam.
- Untuk membuat kerangka dapat memotong kayu atau bambu sesuai dengan panjang atau lebar yang diinginkan. Merekatkan kerangka kayu atau bambu tersebut dapat menggunakan kawat atau paku.
- Setelah kerangka terbuat maka dapat memasang terpal yang telah disiapkan, pastikan ukuran terpal lebih besar dari kerangka tersebut. Untuk ukuran olam dengan PxLxT : 6x4x1m biasanya digunakan ukuran terpal 8×6 Meter.
Jenis Budidaya Lele
Jika anda
telah melakukan pembuatan kolam dan kerangka maka tahap selanjutnya adalah
menentukan jenis budidaya dan ternak lele yang anda inginkan. Secara garis
besar ada 2 jenis ternak lele yang di lakukan oleh petani lele.
- Ternak lele untuk pembibitan. Tujuan ternak ini adalah untuk membudidayakan lele untuk dijual lagi ke peternak lainnya. Untuk budidaya bibit lele memang cukup menguntungkan, karena waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama. Ukuran lele 2-3 cm dapat diperoleh dalam waktu 1 bulan, dan ukuran sedang 5-7 cm dapat diperoleh dalam waktu kurang lebih 2 bulan.
- Ternak Lele untuk konsumsi. Lele yang dibudidaya untuk di konsumsi, artinya budidaya dilakukan sampai lele berukuran besar atau proporsional untuk di konsumsi. Jika anda ingin berternak lele untuk di konsumsi, ada baiknya memilih jenis lele yang ukurannya sudah cukup sedang 6-7 cm agar mudah dan cepat dikembangbiakkan. Biasanya lele ukuran ini dapat dikembangbiakkan dan siap konsumsi pada usia 3-4 bulan.
Budidaya
ikan lele memang cukup menjanjikan namun budidaya lele yang baik harus
memperhatikan berbagai faktor. Pengetahuan akan tempat serta air dan pakan ikan
lele akan sangat membantu untuk kesuksesan ternak lele. Lele termasuk ikan air tawar yang memiliki daya tahan tubuh yang
kuat sehingga tingkat kesuksesannya lebih baik dibandingkan ikan lainnya.
Tahapan Cara Budidaya Lele
Jika kolam
terpal telah disiapkan, maka tahapan budidaya lele selanjutnya adalah proses
memberikan air di kolam tersebut. Selain itu juga ada beberapa tahap untuk
memilih bibit lele yang baik.
Berbeda dengan ikan lainnya, lele tidak
membutuhkan air yang bening atau bersih untuk hidup. Faktanya adalah lele
membutuhkan mikroorganisme yang berasal dari kotoran untuk cepat tumbuh. Ikan
lele membutuhkan PH air yang sesuai dengan kebutuhan dirinya, untuk mendapatkan
PH ini kita bisa menggunakan kotoran kambing. Masukkan kotoran kambing tersebut
pada kolam biarkan 2-5 hari agar mikroorganisme dapat tumbuh. Selain itu juga
untuk membuang zat kimia yang ada diterpal.
Faktor air bagi lele memang cukup
penting, pastikan air dalam kolam tersebut tidak terlalu kotor dan sesuai
dengan kadar yang telah ditentukan. Tingkat PH dan keasaman air harus dijaga
agar lele dapat tumbuh secara sempurna.
Pemilihan
bibit sangat penting, terutama bagi anda yang ingin budidaya lele untuk dijual
kembali ke petani lain.
Lele jantan
memilih ciri :
- Tulang kepala lele berbentuk agak pipih
- Warna kulit lele terlihat lebih hitam
- Perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- Alat kelaminnya berbentuk runcing.
Lele Betina
memilih ciri:
- Tulang kepala lele betina berbentuk cembung
- Warna badan lebih cerah
- Perut mengembang lebih besar daripada punggung
- Alat kelamin berbentuk bulat
Lele sebaiknya diberi makan 3 kali
sehari yaitu jam 7 pagi, 4 sore, dan 10 malam, pakan lele dapat berupa kotoran
burung atau pelet ikan. Selain itu ada banyak lagi makan alami untuk lele
seperti bekicot, belalang, ulat, atau nasi
Jangan biarkan kolam tempat budidaya lele kena sinar
matahari langsung, pastikan anda memberikan atap di atasnya. Alternatif lain
adalah memberikan enceng gondok di atas air di kolam tersebut. Pastikan anda
rutin memeriksa kondisi air dengan mengganti atau menambahkan air jika telah
susut.
Penyebab Budidaya Lele Yang Gagal
Cara
budidaya lele mungkin telah diikuti dengan benar dan teliti, namun faktor
kegagalan tidak dapat dihindari di segala macam bisnis, termasuk dalam ternak
lele. Ada beberapa faktor yang dapat memungkinkan anda gagal dalam berternak
lele atau lele yang anda ternak tidak dapat berkembang dan tumbuh sesuai
harapan.
- Hama yang ada dikolam. Hama ini dapat berupa bakteri yang mengganggu bagi lele. Selain itu, hama ini dapat berupa kucing atau binatang lain yang anda biarkan berada di sekitar kolam.
- Terburu buru adalah salah satu faktor kegagalan budidaya ikan lele. Ingin mendapatkan hasil yang cepat dengan memberi makan sebanyak-banyaknya justru berbahaya bagi lele.
- Tidak memisahkan ukuran lele yang besar dan kecil.
- Air tidak pernah di tambahkan atau diganti jika telah kering.
Langganan:
Postingan (Atom)